Ini Sudah 2018, lho!

SAVE MONEY-03

Puji syukur kehadirat Tuhan.

2018 sudah memasuki hari ketiga.

Tik tok tik tok..

Waktu demi waktu terus berjalan seolah mencoba mengingatkan kita tentang target, pencapaian, dan apa-apa yang tidak bisa dilakukan. Tentu saja itu tidak lepas dari segala bentuk keinginan dan, yang kata banyak orang, resolusi. Pastinya yang namanya resolusi tidak boleh lepas dari kebulatan tekad dan konsistensi. Dan benar, untuk mewujudkan hal-hal sangat sederhana tanpa konsistensi dan tekad membara juga akan percuma.

2017 bukan tahun yang terbilang mudah, namun juga tak susah. Senang rasanya banyak keinginan bisa tercapai di 2017, meski tetap saja ada yang amblas. Ada dua pencapaian yang paling saya banggakan di 2017. Pertama saya sudah berhasil berhenti makan mie instan serta sudah mulai bisa menabung dan mengatur keuangan. Yeeey!!

Ketika banyak orang memuja dan mengagungkan rasa legendaris salah satu produk mie goreng instan, senang rasanya saya justru meninggalkan mie instan. Bukan apa-apa, bukan ingin dibilang sok sehat atau bagimana. Awalnya hanya ingin mencicipi rasa baru produk mie instan, namun tidak sesuai harapan, lalu memutuskan untuk berhenti saja.

Kemudian saya semakin termotivasi untuk meinggalkan mie instan karena pendapat salah seorang ahli nutrisi, dr. Tan Shot Yen. Berbagai kritikannya seputar gaya hidup dan pola makan bakal menyadarkan kita semua betapa pentingnya nutrisi berkaitan dengan kesehatan.

Pernah juga ia menyinggung tentang mie instan. Ia begitu menyayangkan para orang tua yang mengirimkan banyak sekali mie instan kepada anaknya yang sedang menempuh pendidikan di luar negeri. Semacam paradoks antara berpendidikan tinggi namun makanannya bukan makanan sehat dan bernutrisi. Dan masih banyak lagi kritikan terkait kenyataan di masyarakat yang berkaitan dan bertentangan dengan gaya hidup sehat. Kalian bisa membaca berbagai artikel dari dr. Tan Shot di laman kolom.kompas.com.

Oh, I love you dr. Tan Shot!! Hahaha..

Bagi orang-orang seumuran saya, pasti akan sangat senang ketika sudah bisa menabung dan mengatur keuangan. Begini, saya adalah yang termuda di kantor. Semua rekan saya umurnya sudah terbilang sangat matang. Hanya dari melihat mereka saja sudah akan tersadar betapa pentingnya mengatur keuangan. Jadi semacam refleksi tentang apa-apa yang akan saya butuhkan di tiga sampai sepuluh tahun ke depan bukan sesederhana hanya memenuhi keinginan.

Lalu terpikirlah untuk sesegera mungkin memenuhi kebutuhan dan memulai mengatur keuangan. Mumpung sekarang masih sendiri. Kalau sudah ada yang menyandingi, akan sedikit membuat otak berpikir dua-tiga kali. Mungkin nanti kalau punya tabungan banyak bisa untuk mendekorasi ruanga, pergi ke dokter gigi, atau mungkin kuliah lagi.

Yang pasti, di tahun 2018 ini saya ingin konsistensi. Sesederhana tetap konsisten menghindari mie instan dan mengatur keuangan. Nyatanya hanya sedikit menahan mie instan, badan jadi lebih sehat dan berat badan jadi ideal. Paling tidak itu yang saya rasakan. Atau dengan mengatur keuangan, saya tetap bisa makan enak, beli pakain bagus, dan membeli mainan. Hahaha..

Terakhir, selamat tahun baru 2018 dan

salam hangat,

HH

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s